Tuesday, January 13, 2015

Ballon d'Or 2014. Ah, sudahlah...


#Yang terbaik di dunia... tapi, versi FIFA...

Banyak yang beranggapan bahwa penghargaan Ballon d'Or sekarang ini hanyalah formalitas, bukan sebuah acuan untuk menentukan siapa yang sebenarnya terbaik dalam satu tahun terakhir di dunia sepakbola. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir ini, finalis nominasi Ballon d'Or hanya seputar Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan satu nama pesepakbola figuran lainnya. Selalu begitu. Ah, sudahlah...

Salah satu dari sekian banyak yang menganggap negatif acara penghargaan tahunan FIFA ini adalah Johan Cruyff. Legenda Belanda itu mengatakan bahwa Ballon d'Or saat ini hanyalah sebuah lelucon sepakbola di mana para jurnalis dan tokohtokoh sepakbola berkumpul dalam satu gedung hanya untuk memberikan dukungan kepada teman [atau yang mereka anggap sebagai teman], bukan kepada sosok yang memang benarbenar menampilkan performa terbaik dan memberikan segalanya untuk sepakbola. Thierry Henry bahkan terlihat tidak antusias ketika memberikan trofi penghargaan Ballon d'Or kepada sang pemenang. Ah, sudahlah...

Monday, January 12, 2015

Kepulangan


#After long journey, they're finally coming home

Ketika di Inggris sibuk dengan kabar kepergianPrancis yang tengah menata hati selepas dirundung kabar penyerangan salah satu kantor media satir, dan Nigeria yang diselimuti perasaan mencekam setelah terjadinya pembantaian kejam, awal tahun ini masyarakat Spanyol heboh dengan ceritacerita "homecoming" atau "kepulangan" dalam bahasa Indonesia.

Sepekan terakhir ini mediamedia sepakbola ramai membicarakan figurfigur yang pulang kampung ke La Liga Spanyol setelah melakoni petualangan di tanah dan negeri orang lain.

Sunday, January 11, 2015

Castel di Sangro: lenyapnya sebuah keajaiban


#Keajaiban itu pernah terjadi

Castel di Sangro adalah sebuah kota kecil yang terletak di provinsi L'Aquila, wilayah Abruzzo, Italia, dan memiliki populasi sekitar enam ribu orang. Pada pertengahan '90an, penduduk kota dan fans ASD Castel di Sangro Calcio mengalami momen yang menyenangkan, dari ketidak-jelasan hingga hampir berhasil meraih promosi ke kompetisi sepakbola terbesar di dunia pada saat itu, Serie A Italia.

Perjalanan luar biasa ASD Castel di Sangro Calcio dari entah-berantah itu memicu seorang penulis Amerika Serikat, Joe McGinniss, menghabiskan waktunya dalam satu musim di kota Castel di Sangro pada tahun 1996. Selain menumpang hidup dan makan dengan skuad ASD Castel di Sangro Calcio, McGinniss mengisi hari-harinya dengan menulis buku berjudul "The Miracle of Castel di Sangro: A Tale of Passion and Folly in the Heart of Italy".

Monday, January 5, 2015

Zemanlandia


#It's all about miracle

Antara tahun 1989 dan 1994, pelatih berkebangsaan Republik Ceko, Zdeněk Zeman, menerima tawaran melatih klub entah-berantah bernama Foggia dan membawanya dari Serie C Italia ke ambang kualifikasi Piala UEFA. Kisah ini dikenal dengan sebutan "Foggia dei Miracoli" atau "Keajaiban Foggia".

Zeman merupakan sosok yang terkenal dalam sepakbola Italia saat ini, baik itu karena teknik pendekatan manajemennya dan karena keterlibatannya dengan skandal doping Juventus [di mana dia menuduh para pemain Juventus menggunakan doping untuk meningkatkan kinerja di atas lapangan hijau -- yang terbukti salah]. Namun yang paling berkesan dari kisah petualangan Zeman di Calcio Italia adalah momenmomen di mana dia menempatkan Foggia menjadi salah satu kekuatan sepakbola di negeri pizza pada periode 1989-94.

Sunday, January 4, 2015

Sebuah ekpektasi yang gagal. Adu[h]!


#Failed

Sepuluh tahun yang lalu Amerika Serikat heboh dengan kelahiran kembali seorang Pelé dalam diri bocah berusia 15 tahun bernama Fredua Koranteng Adu, atau yang lebih dikenal dengan nama Freddy Adu. Teknik, skill, dan bakat Adu digadang-gadang akan menjadi salah satu bakat terbaik dalam dunia sepakbola. Ekpektasi untuk menjadi "Pelé Baru" pun disematkan di pundak kecilnya pada saat itu. Iya, itu dulu, sepuluh tahun yang lalu. Kini, pada usianya yang ke-25 tahun, ia menjadi pengangguran tanpa ada satu klub pun yang tertarik untuk memakai bakatnya yang katanya luar biasa itu. Adu[h].

Pada tahun 2004 lalu, Adu merupakan atlet termuda dalam sejarah olahraga Amerika Serikat yang mengikat kontrak dengan salah satu tim sepakbola D.C. United yang memilihnya melalui ajang pencarian bakat 2004 MLS SuperDraft. Pada tanggal 3 April 2004 Adu menjalani debut profesionalnya bersama D.C. United di MLS Amerika saat masuk sebagai pemain pengganti melawan San Jose Earthquakes. Hal ini menjadikannya sebagai pesepakbola termuda dalam sejarah MLS Amerika. Ekspektasi yang harus dipikul pun jadi lebih berat. Adu[h].

Surat untuk seorang kamerad yang menyukai Liverpool


#Farewell

Apa kabar? Baikbaik saja kan? *mencoba untuk ramah* :)) :p

Awal tahun ini ada kabar mengejutkan yang datang dari salah satu kota di Inggris, Liverpool. Bukan karena The Beatles lahir kembali. Bukan itu. Tapi tentang seorang kapten -- yang sudah bermain sepakbola profesional di saat Chelsea Islan masih belajar berjalan dan berbicara -- memutuskan untuk meninggalkan Liverpool, tim kesayanganmu itu. Mengejutkan? Jelas. Menyedihkan? Pasti. Bahkan ini lebih mengejutkan dan menyedihkan daripada ditinggal kekasih kabur dengan orang lain tepat pada hari pernikahan. Iya, kan?

Tuesday, December 30, 2014

Eksploitasi buruh migran di Qatar untuk persiapan Piala Dunia 2022


#Modern-day slavery

Meskipun Qatar berjanji untuk memperbaiki kondisi buruh migran, angka kematian para pekerja di sana masih tinggi. Dari data yang dihimpun oleh The Guardian, angka ratarata kematian buruh migran asal Nepal yang membangun infrastruktur untuk Piala Dunia 2022 di Qatar adalah satu kematian dalam dua hari pada tahun 2014. Angka ratarata tersebut belum termasuk kematian buruh migran dari Bangladesh, India, dan Sri Langka, yang semakin menimbulkan kekhawatiran bahwa hampir bisa dipastikan ada lebih dari satu buruh migran yang meninggal dunia dalam satu hari di Qatar.

Sebelumnya Qatar telah berjanji akan mereformasi kebijakan terkait kondisi kerja di sana setelah The Guardian memaparkan secara terbuka hasil temuan mereka terhadap kondisi buruh migran di sana tahun lalu. Pemerintah Qatar menugaskan firma hukum internasional, DLA Piper, untuk melakukan investigasi langsung ke lapangan dan berjanji untuk melaksanakan rekomendasi yang tercantum dalam laporan penyidikan tersebut yang dipublikasikan pada bulan Mei kemarin.