Monday, April 14, 2014

Lima hal usai pertandingan: Liverpool 3-2 Manchester City


#A monumental one for The Reds, dare to dream

"That win means so much. They got back into the game but I think we showed today that we want to go to the wire. We want to go all the way. That's the longest 90 minutes I've probably ever played in. It felt like the clock was going backwards in some parts of that game [...] The scenes are great today and the fans are very happy, but we have a day off tomorrow and then we go for Norwich." -- Steven Gerrard kepada Sky Sports, dikutip dari ESPNFC.

Minggu, 13 April 2014, langit Anfield dipenuhi dengan euforia usai Liverpool sukses mengalahkan salah satu kandidat juara Premier League Inggris, Manchester City, dengan skor 3-2. Usaha The Citizens melalui David Silva dan own-goal yang dicetak oleh Glen Johnson belum cukup untuk mengimbangi torehan gol yang dibukukan oleh The Reds melalui Raheem Sterling, Martin Skrtel, dan Coutinho.

Saturday, April 12, 2014

Bianconeri atau Giallorossi?


#Hanya tank yang sanggup hentikan Juventus

Media-media serta para pengamat sepakbola sempat memprediksi bahwa kompetisi Serie A Italia 2013/14 akan menjadi salah satu liga yang menarik dan paling kompetitif di Eropa. Hal ini merujuk pada geliat klub-klub Serie A Italia di lantai bursa transfer musim panas tahun lalu yang menunjukkan sebuah hasrat baru.

Peraih Scudetto musim 2012/13, Juventus, mendatangkan Carlos Tevez dan Fernando Llorente sebagai solusi untuk mengatasi masalah klasik mereka di empat musim sebelumnya: kemandulan akut lini depan. Tidak hanya itu, Bianconeri juga berhasil mendatangkan seorang bek tengah dari rival sekota mereka, Torino, yakni Angelo Ogbonna.

Friday, April 11, 2014

Taktik cerdas Pep Guardiola, tapi...


#Bayern Munich, sebenarnya, tidak perlu menerapkan taktik dan strategi 'kejutan' untuk mengalahkan tim medioker seperti Manchester United

Pep Guardiola sangat terobsesi dengan evolusi timnya: mengutak-atik susunan pemain dan selalu bereksperimen dengan formasi baru yang membuat lawan-lawannya kesulitan untuk menebak gaya permainan yang diterapkan. Saat menghadapi Manchester United di leg kedua babak perempat-final Liga Champions Eropa Kamis dinihari WIB kemarin, Guardiola menerapkan formasi dan taktik yang jarang dijumpai di kompetisi Eropa tahun ini --meski strategi ini malah menyebabkan para pemain Bayern Munich sulit mengembangkan permainan.

Di atas kertas starting XI, Guardiola menempatkan Philipp Lahm ke posisi aslinya yakni full-back kanan, bukan sebagai defensive-holding-midfielder yang sering ia perankan di sepanjang musim ini. Namun di lapangan, Lahm tetap bermain di lini tengah dan memainkan peran gelandang bertahan. Lalu, siapakah yang menjadi bek sayap kanan Bayern Munich Kamis dinihari WIB kemarin? Well, no one was.

The blonde bombshell on Bayern Munich's bench


#The Unsung Hero Kathleen Kruger: wanita di balik kesuksesan Bayern Munich

Mungkin kalian sering melihat seorang wanita pirang di bench Bayern Munich. Terkadang wanita pirang ini terlihat sedang mengobrol dengan Pep Guardiola di pinggir lapangan, atau terlibat dalam sebuah percakapan dengan Direktur Olahraga Bayern Munich, Mathias Sammer. Wanita pirang ini terlihat di balkon bersama skuad Bayern Munich saat merayakan kesuksesan mereka meraih gelar Bundesliga Jerman tahun lalu.

Wanita pirang ini juga terlihat di bench saat Bayern Munich melawan Manchester United pada pertandingan leg pertama babak perempat-final Liga Champions Eropa 1 April lalu di Old Trafford. Kehadiran wanita pirang ini jelas tidak dimaksudkan untuk membuat staf kepelatihan Bayern Munich lebih enak dilihat, lalu siapakah dia?

#DidYouKnow: Serie A Italia, giornata 32


#Data dan fakta

Inter Milan mendapat hadiah tendangan penalti pertama mereka di musim 2013/14 dan Diego Milito gagal mengkonversinya menjadi gol. Nerazzurri terakhir mendapat hadiah tendangan penalti pada 8 Mei 2013 lalu saat mereka kalah dari Lazio 1-3 di Giuseppe Meazza --saat itu Ricky Alvarez juga gagal mengkonversi penalti menjadi gol. Terakhir kali 'pasukan biru-hitam' ini mencetak gol melalui titik putih pada tanggal 5 Mei 2013, Alvarez sukses mencetak gol dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 1-3 untuk Napoli.

Bologna belum mencetak gol dari open-play sejak 9 Februari lalu, itu berarti 8 pertandingan dan 820 menit. Jonathan Cristaldo kini telah mengumpulkan 4 gol dalam musim debutnya di Serie A Italia, sementara Panagiotis Kone berhasil mencetak gol back-to-back ke gawang Inter Milan musim ini. Rossoblu berhasil meraih kemenangan dalam dua lawatan sebelumnya ke Giuseppe Meazza [0-1 pada musim 2012/13 dan 0-3 pada musim 2011/12]. Anak asuh Diavide Ballardini hanya mampu meraih 1 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 5 kekalahan dari 9 pertandingan terakhir mereka di Serie A Italia 2013/14.

Monday, April 7, 2014

10 Cerita kemurahhatian dalam sepakbola


#Heavenly virtues

via The Guardian

- Gandulla does his duty: Bernardo Gandulla - 1930an
Bernardo Gandulla merupakan salah satu nama pemain Argentina yang bermain di liga sepakbola Brasil. Namun karir sepakbola Gandulla di Brasil adalah sebuah kegagalan. Ditransfer dari klub Ferro Carril Oeste pada tahun 1939, Gandulla hanya menjadi penghias bench Vasco da Gama. Meski begitu, Gandulla tidak lantas mendongkol. Gandulla terus berlari mengejar bola yang keluar dari lapangan pertandingan dan memberikannya kembali, baik itu kepada rekan-rekannya maupun kepada pemain tim lawan, yang akan melakukan throw-in. Saat ini di Brasil, "gandulla" memiliki arti ball boy atau anak gawang.

Saturday, March 29, 2014

Klub-klub semenjana di Eropa musim ini


#Europe's biggest underperformed clubs

Klub-klub yang ada di dalam daftar di bawah ini mengalami musim yang sulit. Mereka gagal mengeluarkan potensi terbaik yang mereka miliki dan tidak mampu memenuhi ekspektasi banyak pihak.

Mereka secara perlahan tapi pasti menjelma, dari yang semula merupakan klub yang sangat disegani dan ditakuti, menjadi klub pesakitan yang selalu menjadi bahan ejekan, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.

Friday, March 28, 2014

Haruskah Antonio Conte mengubah formasi dan strategi Juventus?


#Re-formation to progress far further

Kembalinya Antonio Conte ke Turin 3 tahun yang lalu membawa dampak signifikan bagi Juventus. Bianconeri kembali mendominasi kompetisi Serie A Italia setelah sempat terpuruk karena skandal Calciopoli pada tahun 2006 silam. Di bawah kendali Conte, kini La Vecchia Signora berada di jalur yang sebenarnya: jalur para juara.

Namun kejumawaan Juventus hanya berlaku di dalam negeri. Di Eropa, Conte dan anak asuhnya masih terlalu 'muda' untuk bersaing dengan klub-klub elit Eropa seperti Barcelona, Bayern Munich, Real Madrid, atau bahkan Galatasaray.