Saturday, May 25, 2013

Perang saudara di 'Kota Abadi'


KabarSepakbola; Dua tim ibukota Italia --AS Roma dan Lazio-- akan saling berhadapan di partai puncak Coppa Italia musim ini pada hari Minggu [26 Mei 2013] waktu setempat.

Laga final nanti akan menjadi 'perang dua saudara Romawi' pertama sejak Pertempuran Jembatan Milvian pada tahun 312 Masehi silam. Kembali ke abad ke-4, Konstantin yang Agung berhasil menguasai kekaisaran Romawi setelah ia mampu mengalahkan saudaranya sendiri yang notabene adalah pewaris tahta yang sah, Maxentius.

Tak jauh dari Ponte Milvio [tempat terjadinya Perang Jembatan Milvian] berdiri Stadio Olimpico, tempat akan dilangsungkannya final Coppa Italia antara AS Roma kontra Lazio. Duel di hari Minggu esok akan menjadi penentu yang paling signifikan siapa penguasa kota Roma yang sebenarnya.

Hal yang paling utama untuk diperebutkan ketika Lazio dan Roma bentrok Minggu besok adalah 'bintang perak'. Berbagai kalangan bisa saja menyebut bahwa ini 'hanyalah' Coppa Italia, tetapi jangan salah, kedua fans dan direksi klub sangat ingin mememnangkan pertandingan ini: menjuarai sebuah kompetisi setelah mengalahkan musuh se-kota merupakan kebanggaan tersendiri di atas segala-galanya. Ingin bukti? Perhatikan fakta permintaan tiket final Coppa Italia yang jauh lebih banyak dari yang bisa disediakan oleh FIGC [Federasi Sepakbola Italia]. Hal ini membuktikan bahwa fans ingin menjadi bagian dari gelaran akbar tersebut.

Hanya dua partai final yang pernah mempertemukan dua klub se-kota di sepanjang sejarah Coppa Italia. Yang pertama adalah final Coppa Italia musim 1937/38 menyajikan Derby della Mole [Derby Turin] di mana Juventus mampu dengan perkasa mengalahkan Torino. 39 tahun kemudian [1976/77] AC Milan mampu meraih gelar Coppa Italia setelah mengalahkan tetangganya, Inter Milan.

Harga diri dipertaruhkan di final Coppa Italia nanti. Hal ini akan menjadi kebanggaan dan sukacita bagi para fans ketika melihat kapten tim kesayangan mereka mengangkat trofi ke langit kota Roma setelah mengalahkan musuh yang selama ini mereka benci. Final edisi kali ini juga semakin istimewa karena pemenang laga ini akan mendapat jatah tiket ke kompetisi Liga Europa musim depan setelah AS Roma dan Lazio hanya mampu finish di peringkat ke-6 dan 7 di klasemen akhir Serie A Italia musim ini.

Lazio membawa misi lain yakni memperpanjang rekor tak terkalahkan di empat laga terakhir Derby della Capitale. Meraih gelar keenam Coppa Italia serta memastikan satu tempat di Liga Europa musim depan akan menjadi akhir yang indah dari serangkaian hasil positif Vladimir Petkovic dalam musim debutnya bersama Lazio. Bagi sang presiden klub, Claudio Lotito, partai final Coppa Italia kali ini adalah katalis bagi timnya untuk musim depan.

"Kami ingin memperkuat skuad di musim depan, itu pasti. Namun itu tergantung pada apa yang bisa kami tampilkan di partai final Coppa Italia nanti," ujar Lotito pada media.

Persiapan Petkovic jelang laga final Minggu besok diganggu masalah kebugaran yang dialami oleh Bruno Pereirinha, Hernanes, dan Stefan Radu. Namun kabar terakhir menyebutkan jika Hernanes telah mulai melakukan latihan bersama skuad utama Lazio di Umbria. Sementara itu Michael Ciani dan Ogenyi Onazi yang absen di laga terakhir Lazio versus Cagliari pekan lalu dipastikan bisa tampil dalam final Coppa Italia.

Masalah cedera juga tengah dihadapi oleh AS Roma. Daniele De Rossi, Federico Balzaretti, Maarten Stekelenburg, dan Marquinhos yang absen di laga terakhir versus Napoli masih diragukan untuk tampil memperkuat 'Il Lupi' di final nanti. Akan tetapi Aurelio Andreazzoli dipastikan bisa menurunkan 'Il Capitano' Francesco Totti.

Isu terhangat yang saat ini tengah menaungi kondisi internal AS Roma adalah saga pergantian pelatih di musim depan. Beberapa media mewartakan bahwa salah satu di antara Max Allegri atau Walter Mazzarri akan menjadi pelatih AS Roma di musim depan. Namun setelah beredar kabar kepastian kontrak antara Mazzarri dan Inter Milan, maka calon yang tersisa adalah pelatih AC Milan, Allegri.

Kabar ini ditanggapi dengan sinis oleh Andreazzoli yang menganggap bahwa AS Roma tidak membutuhkan pelatih baru di musim depan.

"Apakah Roma sudah menemukan pengganti saya di musim depan? Apakah kalian semua lupa bahwa sudah ada seorang pelatih di sini yang sanggup melakukan pekerjaannya dengan baik selama ini? Saya bosan mendengar rumor tentang calon pengganti saya di Roma musim depan," ujar Andreazzoli.

Jika AS Roma mampu meraih trofi Coppa Italia musim ini maka hal tersebut bisa menjadi bukti bahwa mereka mengalami proses kemajuan yang positif sejak kedatangan pemilik baru dua musim yang lalu serta memastikan AS Roma menjadi tim pertama yang mampu meraih gelar Coppa sebanyak 10 kali dan menambahkan 'bintang perak' di jersey mereka musim depan. Selain itu, keberhasilan menjuarai Coppa Italia juga bisa menjadi langkah awal mereka menjadi 'The Next Big Thing' di sepakbola Italia di masa yang akan datang.

Kota Roma --yang mempunyai sebutan 'Eternal City'-- akan bergetar pada hari Minggu esok di mana pertempuran sengit antara dua saudara Romawi yang mempertaruhkan gengsi dan harga diri untuk memperebutkan trofi Coppa Italia dilangsungkan. Darah siapakah yang paling banyak tumpah di Stadio Olimpico Minggu esok: 'Pasukan Elang' Lazio atau 'Gerombolan Serigala' AS Roma? [VenBi]

No comments:

Post a Comment